Galeri

234 Perusahaan Rokok Ilegal


Kamis, 04/08/2011 | 10:20 WIB

Ratusan perusahaan rokok berdiri di Pamekasan karena latah

PAMEKASAN-Perusahaan rokok lintingan di Pamekasan ternyata banyak yang illegal karena tidak memiliki izin lengkap, terutama izin Nomor Pokok Perusaan Barang Kena Cukai (NPPBKC) atau izin cukai. Dari sekitar 284 perusahaan rokok lintingan di Pamekasan, yang memiliki izin lengkap hanya 50 perusahaaan, selebihnya 234 perusahaan atau sekitar 83% tidak memiliki NPPBKC.

Kendati demikian, pertumbuhan ratusan perusahaan rokok lintingan ilegal itu terus memburuk, bahkan puluhan dari perusahaan itu beberapa tahun belakangan sudah mulai gulung tikar.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan Bambang Edy Suprapto mengatakan pihaknya kini terus melakukan pembinaan terhadap perusahaan yang bermasalah tersebut, dengan melibatkan sejumlah institusi terkait antara lain Bagian Perekonomian Pemkab Pamekasan, Asosiasi Perusahaan Rokok Lintingan maupun dari Kantor Bea Cukai Kalianget Sumenep.

“Kami melihat mereka itu membutuhkan pembinaan dan kami tidak rela kalau dikatakan mereka ilegal. Sebab mereka itu sebenarnya memiliki izin hanya kurang lengkap. Mereka belum memiliki izin yang lengkap karena memang selama ini masih banyak kendala, karena itu selama 3 hari bersama institusi terkait kami telah  melakukan pembinaan,” katanya Kamis (4/8).

Bambang membenarkan bahwa hampir 83% dari perusahaan rokok lintingan itu belum memiliki NPPBKC atau yang lebih popular dikenal dengan izin cukai. Jika perusahaan   tidak memiliki NPPBKC ini maka tidak boleh memproduksi rokok untuk dipasarkan secara umum. Selama ini perusahaan perusahaan itu memproduksi rokok dan memasarkannya dengan cara ilegal.

Banyaknya perusahaan rokok yang belum memiliki NPPBKC itu, lanjut Bambang, karena harga cukai  sangat mahal. Selain itu banyak perusahaan yang tidak bisa mengatur perusahaanya dengan baik. Karena sebagian besar perusahaan rokok didirikan akibat faktor latah dari pengusaha lain. Perusahaan yang dibangun juga tidak dipersiapkan dengan sumber daya manusia (SDM) yang memadai.

“Yang saya ketahui ada perusahaan rokok yang jumlah omzetnya telah miliaran dan sangat maju, jumlah karyawannya juga banyak menyerap tenaga kerja. Namun akhirnya harus gulung tikar karena harus menerima sanksi akibat tidak memiliki NPPBKC itu. Saya tak ingin hal ini teruang lagi, karena itu kami akan lakukan pembinaan,” tegasnya.

Bambang yakin kini masih ada jalan bagi perusahaan yang ingin berjalan terus dengan pembinaan yang dilakukannya. Mereka akan diberi pembinaan dan kemudahan tentang cara memproses  NPPBK. Sementara bagi perusahaan yang memang sudah tidak bisa diharapkan lagi untuk bangkit, maka disarankan mengembalikan perizinannya.

Perusahaan rokok lintingan di Pamekasan telah banyak menyerap tenaga kerja. Dari data yang diperoleh di Disperindag Pamekasan minimal perusahaan rokok lintingan itu memiliki karyawan 15 sampai 20 karyawan. Bagi perusahaan yang telah berjalan stabil dan memiliki NPPBKC memiliki karyawan rata-rata diatas seratus orang.

Peruasahan rokok lintingan di Pamekasan ini mulai menjamur sejak 10 tahun terakhir. Kondisi ini terjadi karena dilatarbelakangi oleh banyaknya produk tembakau Pamekasan  yang tak terbeli oleh perusahan rokok. Sehingga sebagian pengusaha lokal berinisiatif untuk memproduksi rokok sendiri di Pamekasan. mas

UU 39/2007 Tentang Perubahan Atas UU 11/1995 Tentang Cukai

Pasal 54

Setiap orang yang menawarkan, menyerahkan, menjual, atau menyediakan untuk dijual barang kena cukai yang tidak dikemas untuk penjualan eceran atau tidak dilekati pita cukai atau tidak dibubuhi tanda pelunasan cukai lainnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun dan/atau pidana denda paling sedikit 2 (dua) kali nilai cukai dan paling banyak 10 (sepuluh) kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.

(Sumber : Surabaya Post)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s