Galeri

Sengketa Rokok RI vs AS


Kasus rokok kretek bermula dari peraturan yang disahkan oleh Presiden Barrack Obama yakni Family Smoking Prevention and Tobacco Control Act. Peraturan tersebut menyebabkan produksi dan penjualan rokok kretek dan beraroma lainnya dilarang di AS. Sementara itu, rokok mentol yang diproduksi oleh AS masih diperbolehkan beredar.

Organisasi Perdagangan Internasional (World Trade Organisation/WTO) memenangkan Indonesia dalam sengketa peredaran rokok kretek di Amerika Serikat (AS). Dalam keputusannya, Indonesia memenangi klaim perlakuan diskriminasi atas rokok kretek yang banyak diproduksi di Indonesia dengan rokok mentol. Namun demikian, penjualan rokok kretek di AS tetap dilarang dengan alasan kesehatan.
Indonesia memenangi klaim artikel 2.1 pada TBT (Technical Barriers to Trade) karena rokok kretek menerima perlakuan yang tidak sama dengan rokok mentol, padahal kedua produk adalah sejenis.

Dalam situs resmi WTO, AS diketahui menyampaikan banding pada 5 Januari 2012 terhadap keputusan panel yang dipublikasikan pada 2 September 2011. AS antara lain meminta peninjauan kembali kesimpulan panel bahwa the Family Smoking Prevention and Tobacco Control Act tidak konsisten dengan pasal dalam perjanjian Technical Barriers to Trade (TBT). Pemerintah AS juga meminta peninjauan kembali kesimpulan panel bahwa rokok kretek dan rokok mentol adalah produk serupa.

Sebelumnya, pada April 2010, sebagai produsen rokok kretek terbesar dunia, Indonesia menyampaikan keberatan ke WTO karena menilai regulasi teknis pemerintah AS telah mendiskriminasi rokok kretek.

Regulasi teknis AS yang antara lain berimplikasi pada pelarangan impor rokok kretek sejak 2009 tersebut membuat Indonesia kehilangan pendapatan dari ekspor rokok kretek ke AS yang nilainya sampai sekitar 200 juta dolar AS.

Sidang panel WTO pun akhirnya memberikan kesimpulan bahwa regulasi teknis AS yang antara lain melarang produksi dan penjualan rokok dengan bahan tambahan, termasuk rokok kretek, dengan mengecualikan rokok menthol adalah diskriminatif karena menilai rokok kretek dan rokok menthol merupakan produk serupa.

Pemerintah Indonesia menyampaikan tanggapan atas notifikasi banding pemerintah Amerika Serikat terhadap putusan panel Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO) atas sengketa rokok kretek.
Dirjen Kerjasama Perdagangan Internasional Gusmardi Bustami. ( FOTO ANTARA/Rosa Panggabean/)
“Sesuai jadwal, submission sudah disampaikan hari ini. Intinya kita tetap menyatakan bahwa apa yang telah dimenangkan Indonesia adalah sudah tepat,” kata Direktur Jenderal Kerja Sama Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan, Gusmardi Bustami, di Jakar.

Selanjutnya, dia menjelaskan, Indonesia akan menunggu keputusan Appellate Body atas banding pemerintah AS terhadap putusan panel.
“Pada dasarnya Appellate Body hanya akan melihat putusan-putusan panel. Kita tunggu saja hasilnya,” kata dia.

(ybep/PA)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s